top of page

NADI: Membangun Ekosistem Transportasi Rendah Karbon di Bali

4 hours ago
4 min read
Ilustrasi kendaraan listrik di Bali (foto oleh Nikita Igonkin di Pexels)
Ilustrasi kendaraan listrik di Bali (foto oleh Nikita Igonkin di Pexels)

Di Bali, motor listrik mulai semakin terlihat di jalan, digunakan untuk aktivitas sehari-hari baik untuk pergi bekerja hingga mendukung kegiatan usaha. Namun, peralihan menuju kendaraan listrik tidak berhenti pada mengganti motor berbahan bakar bensin dengan motor listrik. Di baliknya, ada kebutuhan akan tempat pengisian daya, sumber energi, layanan perawatan, teknisi terampil, dan sistem yang memastikan teknologi tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan.


Kebutuhan tersebut menjadi perhatian Node of Advanced Decarbonized Infrastructure atau NADI, inisiatif su-re.co untuk mengembangkan transportasi rendah karbon di Bali. Program ini menghubungkan energi surya, kendaraan listrik, bengkel konversi, pendidikan vokasi, dan pemantauan emisi dalam satu ekosistem.  Inisiatif ini berangkat dari rencana besar Indonesia dalam mewujudkan solusi rendah karbon.


LCDI-ITF: Kolaborasi Indonesia–Inggris untuk Inovasi Rendah Karbon


Low Carbon Development Initiative–Innovation and Technology Fund (LCDI-ITF) merupakan inisiatif pendanaan dalam kerja sama Indonesia–Inggris. Program ini melibatkan Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), serta Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO).


LCDI-ITF mendukung proyek percontohan untuk menguji solusi teknologi rendah karbon dan menghasilkan pembelajaran bagi pengembangan berikutnya. Tujuannya menghubungkan penurunan emisi dengan manfaat sosial-ekonomi, termasuk kesejahteraan masyarakat, pekerjaan hijau, dan penguatan ketahanan komunitas.  


Indonesia menargetkan emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat. Target tersebut menjadi konteks nasional bagi pengembangan energi rendah karbon. Dalam NADI, kontribusi di tingkat lokal akan dipelajari melalui pengujian teknologi, pengelolaan layanan, dan pengukuran kinerja di lapangan.


NADI dan Pengujian Ekosistem Transportasi Rendah Karbon 


su-re.co, melalui PT Sustainability and Resilience, terpilih sebagai penerima hibah LCDI-ITF Batch 4 untuk menjalankan NADI. Program ini berfokus pada Denpasar dan Pererenan, Bali, dengan karakteristik dan fungsi yang saling melengkapi.


Kedua lokasi tersebut menjadi ruang untuk menguji bagaimana teknologi rendah karbon dapat diterapkan dalam konteks yang berbeda, sekaligus bagaimana pengguna dan pengelola lokal dapat menjadi bagian dari proses transisi.


Target 70 Motor Listrik dan Konversi Kendaraan 


NADI menargetkan penggunaan 70 unit motor listrik, terdiri atas 20 motor listrik Mimo dan 50 motor bensin yang akan dikonversi menjadi kendaraan listrik. Mesin bensin diganti dengan penggerak listrik, baterai, dan komponen pendukung, sementara rangka serta bagian kendaraan yang sesuai tetap digunakan. Dengan demikian, pemilik dapat beralih menggunakan listrik tanpa harus membeli motor baru.


Program ini menargetkan pembangunan panel surya dengan kapasitas total 30 kWp, terdiri dari 20 kWp di Denpasar dan 10 kWp di Pererenan, yang dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi dan fasilitas pengisian kendaraan listrik. Di Denpasar, energi surya akan diintegrasikan dengan Living Lab sebagai ruang pembelajaran mengenai energi terbarukan, kendaraan listrik, dan teknologi pemantauan digital. Sementara itu, di Pererenan, energi surya direncanakan mendukung Community Hub, fasilitas pengisian kendaraan, serta bengkel konversi.


Integrasi tersebut memungkinkan NADI menguji hubungan antara dua sistem yang semakin penting dalam transisi energi: dekarbonisasi sektor transportasi dan peningkatan penggunaan energi terbarukan.


Mengubah Data menjadi Dasar Pengambilan Keputusan  


Dari sisi iklim, dokumen rancangan NADI menetapkan target penurunan emisi minimal 50,7 ton setara CO₂ per tahun.   Untuk mengevaluasi pencapaian tersebut, program akan menggunakan sistem Measurement, Reporting and Verification (MRV) berbasis digital.


Armada Mimo direncanakan dilengkapi sensor untuk mencatat aktivitas kendaraan dan kondisi baterai.  Data tersebut dapat digunakan untuk memahami pola penggunaan, konsumsi energi, dan kinerja kendaraan selama implementasi.


Pendekatan berbasis data ini penting karena memungkinkan evaluasi program dilakukan berdasarkan kondisi operasional aktual. Dengan kata lain, teknologi tidak hanya digunakan untuk menghasilkan layanan baru, tetapi juga untuk menghasilkan pengetahuan mengenai bagaimana layanan tersebut bekerja dalam praktik.


Pelatihan Teknisi dan Keterlibatan Perempuan


Selain kendaraan dan infrastruktur, NADI menargetkan sedikitnya 10 mekanik atau teknisi lokal tersertifikasi serta keterlibatan perempuan minimal 30% dalam kegiatan vokasi.


Sasaran tersebut menempatkan pengembangan keterampilan berdampingan dengan pengujian teknologi. Bagi NADI, kesiapan masyarakat untuk menggunakan, merawat, dan mengelola layanan merupakan bagian dari rancangan keberlanjutan program.


Kerangka motor konversi (dokumen pribadi SporaEV)
Kerangka motor konversi (dokumen pribadi SporaEV)

Mitra Pelaksana NADI


su-re.co memimpin pengelolaan program, koordinasi dengan BPDLH dan Bappeda, pelaporan, evaluasi dampak, serta pengelolaan Community Hub Pererenan.


SporaEV, melalui PT Spora Tehnika Indonesia, berperan sebagai mitra teknis pengembang kendaraan Mimo dan platform Hoomi, sekaligus mendukung pendampingan operasional.


Hoomi dan Ampotech menyediakan platform pengukuran, pelaporan, dan verifikasi emisi untuk membantu mengevaluasi kinerja program.


Lentera School direncanakan menerima dan memanfaatkan Living Lab Denpasar untuk pendidikan vokasi transisi energi. Sementara itu, LogiQ akan mengelola 12 unit motor listrik untuk menguji kelayakan layanan logistik antarpelaku usaha. Pengujian ini mendukung tujuan program untuk memahami kebutuhan operasional dan keberlanjutan bisnis.


Spora Prima mendukung keberlanjutan teknis melalui pemeliharaan, penyediaan suku cadang, dan pelatihan teknisi setelah masa hibah. Pembagian peran ini menghubungkan pembangunan fasilitas dengan kesiapan pengguna dan pengelolanya.


Pelaksanaan NADI hingga awal 2027


Berdasarkan rencana kerja, NADI dijadwalkan berlangsung selama sembilan bulan, dari Agustus 2026 hingga April 2027. Saat ini, tim su-re.co tengah mematangkan persiapan implementasi bersama para mitra.


Tahap persiapan telah dilakukan, dengan pelaksanaan berikutnya mencakup pembangunan Living Lab dan Community Hub, pemasangan panel surya, baterai, serta stasiun pengisian, dan pembangunan bengkel konversi. Pengadaan kendaraan, konversi motor, pengujian operasional, dan pelatihan teknisi menjadi bagian dari rangkaian tersebut.


Setelah masa hibah, pendampingan teknis Spora Prima direncanakan berlanjut selama dua tahun, hingga 2029. Dengan demikian, pemeliharaan dan keterampilan pengelola menjadi bagian dari persiapan keberlanjutan, bukan pekerjaan tambahan setelah fasilitas dibangun.


Tertarik Mengonversi Motormu Menjadi Motor Listrik?


Jadilah bagian dari perjalanan menuju transportasi rendah karbon di Bali. Kami membuka kesempatan konversi gratis bagi 30 pemilik motor berbahan bakar minyak (BBM) bertipe Honda Beat, Honda Vario, Honda PCX, dan Yamaha NMAX! Pendaftaran dapat dilakukan melalui bit.ly/EVNADI


Untuk mengetahui lebih lanjut tentang rencana konversi motor bensin menjadi motor listrik melalui program NADI, atau menyampaikan pertanyaan, hubungi kami melalui DM Instagram su-re.co atau email ke info@su-re.co.


 
 
 

Comments


bottom of page